Pelatihan Asthanga Sila di Pusat Budaya Buddhis Mahavira,
Fu Jian, Hui An, China
Pada tanggal 5 - 7 Desember
2008, diadakan pelatihan Asthanga Sila di Pusat Budaya
Buddhis Mahavira, Hui An, Fu Jian, China. Dalam pelatihan
tersebut, Y.M. Bhiksu Yuan
Shan Mahasthavira yang tinggal di Vihara
Leng Yen Chan, propinsi Liao Ning, kota Ying
Kou diundang sebagai Bhiksu yang memberikan Sila. Beliau
didampingi oleh ketua pimpinan Vihara Zhen Ru,
Shanghai, Y.M. Bhiksu Miao
Ling Mahasthavira; Mantan pimpinan Vihara
Jing An, Y.M. Bhiksu
De Wu Mahasthavira; Ketua Pimpinan Vihara
Dou Shuai Nei, Australia, Y.M.
Bhiksu Miao Jing Mahasthavira; Pimpinan
Vihara Hua Fa Xue Wen, Shanghai, Y.M.
Bhiksu Da Yi Mahasthavira; Y.M.
Bhiksu Xin Jing dari Vihara Hung
Fa, Shen Zhen; Y.M.
Bhiksu Lai Zong dari Vihara Mahavira
Indonesia; Pimpinan Vihara Pin Shan,
Hui An, China, Y.M. Bhiksu
Zhao Yuan dan Pimpinan Vihara
San Ming Yuan Tong, Y.M.
Ming Zhi Mahasthavira. Setelah pemercikkan
air suci di tempat penerimaan sila, para anggota Sangha
memimpin semua umat, baik yang berasal dari Indonesia
Maupun Singapura untuk bersama - bersama melakukan pertobatan
dengan pembacaan Sutra Che
Pei San Mei Sui Chan.

Keesokan harinya, seusai kebaktian pagi, para anggota Sangha diundang untuk memberikan 8 Sila.
Dalam pelatihan tersebut, setiap peserta melewati harinya dengan pelafalan nama Buddha dan setiap peserta diberi kesempatan
untuk beristirahat tidak lebih dari 15 menit untuk setiap sesinya.

Siang
harinya Y.M. Bhiksu Miao
Ling Mahasthavira memberikan Dharmadesana
kepada setiap peserta. Pada siang harinya, selain melakukan
pelafalan nama Buddha, para anggota Sangha memimpin peserta
Asthanga Sila untuk melakukan pertobatan dengan pembacaan
Sutra Che
Pei San Mei Sui Chan. Pada malam hari di sesi terakhir, Y.M.
Bhiksu Prajnavira Mahasthavira menjelaskan
pentingkan sila dalam kehidupan kepada setiap peserta.
Pelatihan Asthanga Sila adalah salah satu pelatihan yang
dapat membawa seseorang pada terputusnya roda kelahiran
dan kematian. Dengan pelaksanaan yang sila yang utuh selama
sehari semalam, berarti telah memperkuat benih menuju
ke-Buddha-an. Sila bagaikan cahaya terang yang dapat menerangi
jalan hidup manusia, meningkatkan kualitas kehidupan manusia,
dan mensucikan hati dan pikiran setiap insan.


|