Vihara merupakan tempat beribadah bagi umat Buddha. Dalam perkembangan selanjutnya, vihara berfungsi sebagai wadah kegiatan – kegiatan seputar agama Buddha. Mahavira berasal dari bahasa sansekerta yang berarti pahlawan yang berjasa,
Graha berarti wadah multifungsional yang diperuntukan bagi masyarakat umum.
Yayasan Putra Gautama (Vihara Mahavira Graha Pusat) dibentuk pada tahun 1986, Bertepatan tahun itu juga Bhiksu Prajnavira Mahasthavira membeli sebuah rumah tua yang akan dikelolah “ menjadi Cetya mahavira. Pada waktu itu Vihara Mahavira Graha Lautze pertama kali menggelar kebaktian yang dihadiri oleh 25 orang umat. Setelah berjalan beberapa minggu kemudian, ruang kebaktian dipenuhi umat hingga berdesakan.
Untuk menyediakan Dharmasalla yang memadai, Maka diadakan renovasi pemugaran vihara yang kemudian diresmikan tahun 1988 oleh Dirjen Urusan Agama Buddha. Departemen Agama RI, serta pengguntingan pita oleh Tri sangha Indonesia, Menggingat umat semakin hari bertambah banyak serta ketekunan Bhiksu Prajnavira Mahasthavira membabarkan Buddha Dharma Mahayana, maka tahun 1990 didirikan Vihara Mahavira Graha Pusat yang berlokasi di Lodan-Ancol, Jakarta Utara.
Pada mulanya bangunan yang didirikan adalah semi permanen dengan fungsi sebagai Kuti (tempat tinggal Sangha) dan tempat pelatihan meditasi. Akhirnya tahun 1993 pemancangan tiang utama pendirian Buddhist Building Vihara Mahavira Graha Pusat dilaksanakan yang terus dilanjutkan pembangunan gedung hingga pengecoran atap bangunan. Tahun 1995 diadakan Upacara Pemberkatan oleh Sangha se-dunia yang dihadiri ± 160 Bhiksu menerima Sangha Dana Internasional.
Pada tahun 1996, pembangunan Buddhist Bulding Indonesia telah hampir memasuki tahap penyelesaian. Pada saat itu, vihara telah mengembangkan misinya menjadi wadah tempat ibadah serta kegiatan – kegiatan religius.
Vihara mahavira Graha Pusat yang dipimpin oleh anggota Sangha berusaha mewujudkan tanah suci para Buddha di abad moderen dengan pembinaan umat untuk senantiasa menerapkan Buddha Dharma didalam kehidupan sehari – hari seta mewujudkan pendidikan Buddha Dharma dalam kehidupan berkeluarga, sosial dan bermasyarakat. Vihara Mahavira Graha Pusat mewujudkannya melalui kegiatan spiritual, pendidikan, seni budaya, kebajikan sosial masyarakat dan pelaksanaan toleransi antar lintas agama, konferensi, seminar ditingkat Nasional hingga Internasional.
|