Peringatan Hari Besar Bodhisattva Avalokitesvara
SELENGKAPNYAPerayaan tahun baru imlek 2556/2012 Asosiasi Buddhist center Indonesia vihara mahavira graha
SELENGKAPNYARitual Puja Kepada Para Buddha dan Penghormatan Kepada Para Dewa 2556/2012
SELENGKAPNYARitual Pertobatan Dengan Pembacaan Sapta Atita Buddha Ratna Ksamayati (Qi Fo Bao Chan)
SELENGKAPNYAPagelaran Kesenian dan Ramah Tamah Bersama di Tahun Baru Imlek
SELENGKAPNYAKucing bisa menyebabkan Schizophrenia
Bila Anda memelihara kucing, sebaiknya kini tidak terlalu sering bermain dengan kucing Anda. Ilmuwan mengklaim parasit yang ditularkan kucing bisa menyebabkan schizophrenia pada pemiliknya.
Penelitian di Leeds University menunjukkan bahwa parasit mempengaruhi produksi dopamin, senyawa kimia yang membawa pesan ke otak untuk mengendalikan gerak, kognitif dan perilaku, sehingga memicu terjadinya schizophrenia dan gangguan bipolar lainnya.
Parasit ini menginfeksi otak dengan membentuk kista dalam sel dan menghasilkan enzim yang disebut tyrosine hydroxylase, yang diperlukan untuk dopamin.
Schizophrenia merupakan gangguan yang terjadi pada fungsi otak. Penderitanya selalu mengalami halusinasi atau delusi, perilaku tidak teratur, penarikan sosial dan perilaku katatonik.
Parasit ini ditularkan kucing melalui kotorannya, yang biasa dikenal dengan Toxoplasma gondii dan merupakan mikroba yang menyebabkan toxoplasmosis. Inilah yang menjadi penyebab mengapa ibu hamil diminta untuk menghindari kontak dengan kotoran kucing.
Sejak tahun 1920, dokter telah mengklaim bahwa wanita yang terinfeksi toxoplasmosis selama kehamilan dapat menularkan penyakit ke janin, yang mengakibatkan kerusakan otak parah pada bayi, bahkan menyebabkan kematian.
Pada orang dewasa, penyakit ini mirip dengan gejala flu, dimana parasit ini menekan sistem kekebalan tubuh hingga akhirnya penderitan menjadi sakit parah dengan komplikasi seperti encephalitis (radang otak).
Namun, meskipun begitu parasit yang sudah masuk didalam tubuh manusia, masih harus kembali ke dalam tubuh kucing untuk melakukan reproduksi secara seksual.
Penelitian menggunakan tikus menemukan bahwa tikus yang terinfeksi lebih aktif bermain dalam roda putar dibandingkan mereka yang tidak. Tikus yang terinfeksi juga kurang waspada terhadap predator. Sehingga, tikus lebih mudah ditangkap oleh kucing dan parasit dapat terus melanjutkan siklus hidupnya.
Jadi Vegetarian Lebih Bahagia dan Tidak Mudah Stres
Sudahkah Anda Tersenyum kepada Anak Anda Hari Ini?
Lezatnya telur tebu Bahan : · 15 batang telor tebu / trubuk · 100 gr jagung muda, ir [ ... ]
Candi Jiwa, Peninggalan Budaya Buddhis di Indonesia