COME 2 dengan topik 5 W 1 H Print E-mail
Thursday, 29 July 2010 23:55

Camp of Mahavira Extraordinary 2010 - 5 W 1 H

COME 2010 (Camp of Mahavira Extraordinary) kembali diadakan untuk yang kedua kalinya pada tanggal 9-11 Juli 2010 oleh para generasi muda-mudi Mahavira. Tahun ini, acara COME diadakan di Vila Ciloto, Puncak. Walaupun acara ini diadakan oleh generai muda-mudi, namun acara ini terbuka juga untuk bapak-bapak dan ibu-ibu.

Seperti namanya, COME adalah acara yang dikemas dengan hal-hal yang unik, kreatif, namun tetap tidak melupakan sisi manfaatnya. Acara ini

membuat kita dapat bersenang-senang ria sambil belajar dan menambah pengetahuan akan Buddha Dharma. Konsep unik dari acara ini dikemas dengan tema yang kreatif pula, yaitu ‘5W 1H IN BUDDHIST’. Tema ini mengusung semua permasalahan yang ada di dalam kehidupan sehari-hari kita dan penyelesaiannya berdasarkan Buddha Dharma. Ingin tahu acara dan aksi para peserta COME? Berikut liputannya..

Pada tanggal 9 Juli 2010, para peserta COME berkumpul terlebih dahulu di vihara pukul 19.00 dan melakukan registrasi ulang. Pukul 20.00, para peserta pun menaiki bus yang telah disediakan dan berangkat menuju Vila Ciloto. Sekitar pukul 01.00 dini hari, para peserta tiba dan berkumpul di aula vila. Kemudian, di aula tersebut, para peserta diberikan sedikit pengarahan oleh panitia.Selesainya, Bhiksu Garbha Virya pun memimpin kebaktian pagi dan memberikan beberapa pesan Dharma kepada peserta.

Ketika tiba waktunya untuk sarapan pagi, peserta berbaris mengantri untuk mengambil makanan yang telah disediakan oleh panitia. Ada pula, peserta yang mencoba membuang rasa kantuknya dengan menikmati secangkir kopi. Setelah sarapan, peserta kembali berkumpul di aula dan mengisi data diri di lembaran acara COME yang dibagikan oleh panitia. Selanjutnya, acara yang seru pun akan segera dimulai.

Acara pertama pada pagi hari itu adalah sesi diskusi Dharma yang dibawakan oleh Suhu Wei Ce. Topik diskusi pada sesi pertama ini sangatlah menarik sebab sangat berdekatan dengan kehidupan sehari-hari, yaitu bagaimana mengatur keuangan / finance secara Buddhis. Sesi ini berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta. Setelah berdiskusi hampir satu jam lebih, sesi pun berakhir dan ditutup dengan berfoto bersama. Kemudian, setelah sesi ini berakhir, para panitia acara COME berbaris sejajar di depan memperkenalkan dirinya satu per satu. Mulai dari ketua, wakil, hingga seksi dokumentasi. Peserta juga menuliskan nama dan jabatan para panitia di lembar COME yang telah dibagikan pada pagi harinya. Setelah berdiskusi Dharma, mengenal dengan para panitia, tertawa bersama, tiba waktu untuk mengisi tenaga kembali. Saatnya para peserta dapat menikmati banyak aneka makanan ringan yang telah disediakan. Selain mencicipi makanan dan minuman yang telah disediakan, ada juga peserta yang terlihat menikmati udara segar di sana dan pastinya ada juga yang tidak pernah lupa untuk menunjukkan aksinya dengan berfoto-foto ria. Suasana saat itu sangat dihiasi dengan suasanan kebersamaan, baik yang muda dengan yang tua sekalipun.

Selesai mengisi tenaga, para peserta diminta kumpul kembali di aula. Sesi ini menjadi lebih seru lagi karena sesi kali ini adalah sesi games. Para peserta duduk sambil bertanya-tanya permainan apa yang akan diberikan. Panitia pun memilih beberapa peserta untuk maju ke depan dan ternyata para peserta yang terpilih tersebut harus mengikuti gerakan yang diperagakan oleh panitia. Permainan yang sederhana namun dapat membuat para peserta tertawa terpingkal-pingkal hingga mengeluarkan air mata. Berakhirnya sesi games, tibalah saatnya makan siang. Para peserta kembali antri untuk mengambil makanan. Setelah makan siang berakhir, kembali sesi diskusi Dharma digelar. Namun, sebelum sesi diskusi Dharma dimulai, para panitia menyegarkan para peserta dari rasa kantuk dengan cara saling memijat daerah bahu antar para peserta.Setelah semua peserta terlihat segar kembali, sesi diskusi Dharma pun dimulai. Kali ini, Bhiksuni Ratna Virya yang membawakan sesi dengan menjelaskan segala macam hal mengenai vihara kita sendiri, dari tata cara masuk ke vihara yang benar, bernamaskara terlebih dahulu saat memasuki vihara sebelum melakukan aktivitas lain, tata cara bernamaskara dan wen sin yang benar, sutra-sutra apa saja yang dibaca di vihara kita serta sejarah dan manfaat dari sutra-sutra tersebut. Bhiksuni Ratna Virya juga menjelaskan mengenai rupang-rupang Buddha dan Bodhisattva yang terdapat di masing-masing lantai di vihara, serta fungsi ruangan yang ada di dalam vihara kita. Tidak hanya itu, masing-masing makna dan fungsi dari alat-alat sembahyang, seperti lonceng, tambur, dan lain-lain juga dijelaskan dengan terperinci. Diskusi Dharma belum berakhir sampai disini, Bhiksuni Ratna Virya juga menjelaskan sejarah dari ritual ‘Shang Kung’ beserta maknanya, selain itu, juga dijabarkan makna-makna dari benda-benda yang biasanya dijadikan persembahan kepada Buddha, seperti dupa, bunga, air mium mineral, lilin atau pelita, dan buah. Berakhirnya penjelasan, bukan berarti beakhir pula sesi ini. Sesi pun dilanjutkan dengan Tanya jawab. Peserta terlihat antusias setelah mendengarkan penjelasan yang telah diberikan, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan dan berdiskusi. Setelah berdiskusi Dharma, para peserta diberikan ‘free time’, waktu bebas.

Sesi diskusi Dharma berikutnya dibawakan oleh Romo Sumedho. Dalam sesi ini, Romo Sumedho menjelaskan tentang makna ‘keyakinan’ bagi seorang umat agama Buddha. Selain itu, Romo juga menjelaskan tentang hukum sebab musabab serta apa implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Malam harinya, panitia memberikan pengarahan mengenai permainan yang akan diberikan keesokan harinya. Lalu, kemudian, peserta pun masuk ke kamar masing-masing dan istirahat.

Pagi harinya,tanggal 11 Juli 2010, panitia dan peserta mengawali kegiatan pada hari itu dengan melakukan kebaktian pagi yang kemudian dilanjutkan dengan senam pagi. Selesainya, permainan chicken games pun diberikan. Masing-masing kelompok memilih wakil untuk didandani semirip mungkin dengan boneka ayam yang ditunjukkan. Sebelum menutup acara COME 2010 tersebut, panitia membagikan piala dan juga hadiah bagi peserta yang menjadi pemenang, lalu ditutup dengan sesi foto bersama. Setelah berberes-beres, peserta pun menaiki bus dan menuju pulang ke Vihara Mahavira Graha Pusat.