Peringatan Hari Besar Bodhisattva Avalokitesvara
SELENGKAPNYAPerayaan tahun baru imlek 2556/2012 Asosiasi Buddhist center Indonesia vihara mahavira graha
SELENGKAPNYARitual Puja Kepada Para Buddha dan Penghormatan Kepada Para Dewa 2556/2012
SELENGKAPNYARitual Pertobatan Dengan Pembacaan Sapta Atita Buddha Ratna Ksamayati (Qi Fo Bao Chan)
SELENGKAPNYAPagelaran Kesenian dan Ramah Tamah Bersama di Tahun Baru Imlek
SELENGKAPNYASangha se-Dunia Melihat Kejayaan Perkembangan Agama Buddha di Indonesia yang Bersejarah
Pada tanggal 16,17,18 September 2011 Buddhis di Indonesia mengukir sejarah perkembangan agama Buddha yang cemerlang di tanah air, Wihara Mahavira Graha Medan (MKBC) mengundang para anggota Sangha dari 18 negara untuk berpartisipasi dalam Upacara peletakan Arca Sakyamuni Buddha, para Buddha dan para Bodhisattva di Dharmasala Mandala Buddha. Direktur Jenderal Bimas Buddha menghadiri upacara dan memimpin upacara pengguntingan pita. Selain itu, Beliau juga memperkenalkan keanekaragaman budaya, ras serta perkembangan agama Buddha di Indonesia. Dalam acara yang berlangsung selama 3 hari itu, diselenggarakan pula seminar dengan topik “Keterkaitan Antara Perkembangan Agama Buddha di Abad 21 dan Sistem Pengelolaan Wihara”. Di saat itu, para anggota Sangha dari berbagai negara pun ikut menyalurkan pemikiran mereka berkaitan dengan topik tersebut. Dalam acara tersebut, anggota Sangha dari mazhab Theravada, Mahayana dan Tantrayana berkumpul bersama sehingga membuat suasana terasa khidmat.
Anggota Sangha dari mancanegara tiba di MKBC

Mulai tanggal 14 September 2011, para anggota Sangha dari mancanegara tiba di bandara internasional Polonia, Medan. Rombongan yang tiba paling awal adalah Ketua Asosiasi Buddhis Taiwan China, Y.M. Bhiksu Yuan Zong Mahasthavira bersama 8 anggota Sangha ketua asosiasi buddhis beberapa daerah di Taiwan. Tidak lama kemudian, para anggota Sangha mazhab Mahayana dan Theravada dari Thailand dan Malaysia tiba di Indonesia. Menjelang malam, ditabuh tambur dan dibunyikan lonceng menyambut tamu undangan. Setelah memberi sujud pada para Buddha, para tamu undangan pun berkeliling melihat perkembangan pembangunan MKBC. Setiba di koridor Jataka, mereka memberikan pujian yang tiada tara. Sesudah itu, mereka kembali ke ruang serbaguna untuk beramah tamah bersama.
Pada tanggal 15 September 2011, pimpinan wihara Y.M.Bhiksu Prajnavira Mahasthavira bersama umat Buddha yang hadir juga berangkat ke bandara untuk menyambut kedatangan relik Buddha yang dipersembahkan oleh Sangha Srilanka dan dibawa ke Indonesia oleh rombongan Y.M. Bellanwila Wimalaratana, Sekretaris Jenderal bahasa Inggris WBSC.
Sangha mancanegara Mensucikan dharmasala

Pada tanggal 16 September 2011 pagi, anggota Sangha dari manca negara berkumpul di Auditorium. Perwakilan umat Buddha dan generasi muda MKBC menyambut para anggota Sangha dan membawa mereka menuju Dharmasala untuk memimpin ritual mensucikan Dharmasala. Pada saat yang sama, demi mendoakan semoga terwujud perdamaian dunia, negara makmur kertaraharja, semua masyarakat hidup dalam damai dan bebas dari malapetaka, diadakan ritual pertobatan dengan pembacaan Sutra Avatamsaka Ratna Ksamayati.
Pimpinan wihara Y.M. Bhiksu Prajnavira Mahasthavira memandu anggota Sangha dari mancanegara mengelilingi dan mensucikan setiap ruangan. Pada saat yang sama, juga diadakan pembacaan mantra dan sutra suci dengan gatha pujian “Bao Ding Zan” memulai ritual. Para anggota Sangha lainnya memandu para umat untuk memberi persembahan dupa, bunga dan pelita kepada Buddha.

Selanjutnya, para anggota Sangha mazhab Theravada yang datang dari Srilanka, Thailand dan Malaysia membaca paritta bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sutra oleh anggota Sangha dari Korea. Berkumpulnya anggota Sangha dari Mazhab Theravada dan Mahayana meningkatkan keharmonisan dalam persaudaraan Sangha. Saat itu, Y.M. Bhiksu Jing Liang Mahasthavira bersama 52 anggota Sangha memimpin upacara dan memberikan Dharmadesana, “Berkumpulnya anggota Sangha dari seluruh dunia menumbuhkan pahala dan kebijaksanaan bagi kita semua. Berdirinya Mahakaruna Buddhist Center ini akan merupakan kejayaan agama Buddha di Indonesia yang bersejarah nantinya dan juga akan menjadi pusat ziarah agama Buddha bagi seluruh umat Buddha di dunia. Marilah kita berdoa bersama semoga, “Dunia damai sentosa, negara makmur, proses pembangunan MKBC cepat selesai, semua makhluk bebas dari bencana dan panjang umur.” Setelah ritual mensucikan Dharmasala berakhir, pimpinan wihara membawa para tamu undangan melihat ruangan yang ada melewati koridor. Di dalam Dharmasala utama diadakan ritual pertobatan dengan pembacaan Sutra Avatamsaka Ratna Ksamayati yang dipimpin oleh Anggota Sangha dari Shanghai.

Seminar perkembangan agama Buddha di abad 21

Pada siang hari, anggota Sangha dari manca negara dipersilahkan untuk berkumpul di depan altar Auditorium untuk mengabdikan foto bersama dan Y.M. Bhiksu Jing Liang memukul gong sebagai tanda pembukaan seminar. Setelah itu, Sekretaris WBSC bahasa Inggris , Y.M. Bhikkhu Bellanwila Wimalaratana, Ketua Asosiasi Buddhis Taiwan China, Y.M. Bhiksu Yuan Zong Mahasthavira, pimpinan Wihara Da Ci En di propinsi Cheng Du - China, Y.M. Bhiksu Da En Mahasthavira, Ketua Perkumpulan Umat Buddha Gu Jin – Malaysia, Bapak Cai Ming Tian, memberikan kata sambutan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Bapak Huang Feng Bao. Dalam kesempatan itu, pimpinan wihara Y.M. Bhiksu Prajnavira Mahasthavira yang memimpin seminar menjelaskan bahwa selama 3 hari, baik dalam acara ramah tamah bersama, maupun acara lainnya, perwakilan anggota Sangha dari berbagai propinsi atau negara di dunia akan dipersilahkan untuk menyampaikan pandangannya sesuai topik seminar, “Keterkaitan Antara Perkembangan Agama Buddha di Abad 21 dan Sistem Pengelolaan Wihara.”

Pada malam harinya, Dirjen Bimas Buddha Indonesia Bapak Joko Wuryanto beramah tamah bersama para tamu undangan. Dalam sambutannya, Y.M. Bhiksu Jing Liang Mahasthavira mengemukakan bahwa Mahakaruna Buddhist Center adalah simbol perkembangan agama Buddha di dunia, dan juga merupakan lambang bahwa negara Indonesia adalah negara demokrasi yang memiliki keanekaragaman budaya, ras, agama. Adanya pelaksanaan pemerintahan dengan bijaksana akan membuat negara kuat dan makmur. Tekad bulat dari Bhiksu Prajnavira Mahasthavira tidak kita ragukan lagi. Kita mengharapkan agar kiranya pemerintah dapat mendukung pembangunan MKBC dan penyebaran Buddha Dharma di bumi nusantara ini. Wakil Ketua Asosiasi Buddhis China yang sekaligus merupakan pimpinan Wihara Ji Le - Haerbin, Y.M. Bhiksu Jing Bo Mahasthavira dalam sambutannya menyampaikan, “Pembangunan MKBC yang sesuai dengan Buddha Dharma merupakan pustaka Dharma yang berharga. Pembabaran Dharma haruslah berdasarkan pada pandangan yang benar, tidak boleh menyimpang karena dapat menyesatkan orang lain. Seperti mutiara Dharma dalam Sutra Vimalakirti-nirdesa, ‘Hati yang suci dapat mewujudkan tanah suci; Hati yang tenang membuat tanah suci menjadi tenang.’Mahakaruna Buddhist Center seperti tanah suci di dunia ini yang dapat membawa kedamaian bagi setiap insan, dan merupakan buah kebajikan bagi setiap penduduk di Medan.”

Dirjen Bimas Buddha dalam sambutannya, menyambut anggota Sangha dan tamu undangan dari manca negara yang telah tiba di Medan–Sumut. Beliau juga menyampaikan bahwa, “Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman budaya, ras dan agama. Pemerintah memperlakukan setiap agama dengan adil. Kedatangan anggota Sangha dari manca negara merupakan berkah yang tak terhingga bagi rakyat Indonesia. Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki kesibukan di negara masing-masing. Anggota Sangha dari manca negara dapat menghadiri ritual peletakan rupang Buddha di MKBC merupakan buah kebajikan umat Buddha di Indonesia. Semoga anggota Sangha dari seluruh dunia dapat sering mengunjungi Indonesia untuk membabarkan Dharma, karena jumlah bhiksu di Indonesia sangatlah sedikit dibandingkan jumlah umat Buddha di Indonesia. Apabila umat Buddha di Indonesia mendapatkan bimbingan Dharma dari para bhiksu sekalian, maka perkembangan agama Buddha di Indonesia kelak pasti akan maju terus. Dengan mengikuti jejak cinta kasih dari Hyang Buddha, kita mewujudkan semangat memberi, membantu menata kehidupan masyarakat, dengan demikian bakti kepada bangsa negara dapat terealisasikan.” Setelah itu, pemberian cinderamata anggota Sangha dari manca negara kepada Bapak Dirjen mengakhiri acara pada malam hari itu.
Jadi Vegetarian Lebih Bahagia dan Tidak Mudah Stres
Sudahkah Anda Tersenyum kepada Anak Anda Hari Ini?
Lezatnya telur tebu Bahan : · 15 batang telor tebu / trubuk · 100 gr jagung muda, ir [ ... ]
Candi Jiwa, Peninggalan Budaya Buddhis di Indonesia