RITUAL PELETAKAN ARCA BUDDHA di dharmasala MKBC
Pada tanggal 17 September 2011 pagi, para anggota Sangha dari mancanegara berpartisipasi dalam ritual peletakan arca Buddha. Setelah pimpinan wihara mempersilahkan Dirjen Bimas Buddha, Direktur agama Buddha propinsi Sumut, dan Y.M. Bhiksu Jing Liang Mahasthavira memasuki Dharmasala, tarian buddhis Gatha Pendupaan pun membuka acara.
Dalam sambutannya, pimpinan wihara menyampaikan, “Terima kasih kepada para anggota Sangha dan umat Buddha dari manca negara yang memberi dukungan atas berdirinya MKBC ini. Setelah MKBC ini selesai dibangun, maka akan menjadi milik seluruh umat Buddha di dunia. Pada zaman ini, teknologi terus berkembang, bencana juga sering terjadi. Kita berharap semoga dengan dibangunnya MKBC ini, semangat Buddha Dharma dapat senantiasa terealisasi dalam kehidupan, hati dan pikiran dapat disucikan, lingkungan tempat kita berpijak dapat terus dilestarikan, etika moral kehidupan selalu diutamakan, karena dengan demikian masalah-masalah dalam kehidupan bermasyarakat baru dapat diakhiri.”
Setelah pemberian kata sambutan, Y.M. Bhiksu Jin Liang Mahasthavira, Y.M. Bhikkhu Wimalaratana Mahathero, pimpinan wihara, Dirjen Bimas Buddha bersama tamu undangan dari mancanegara, para dewan donatur, tokoh masyarakat, yang semuanya berjumlah 68 orang secara bersama-sama menggunting pita peletakan arca Buddha di Mandala Buddha.
Perwakilan Asosiasi Buddhis Hongkong, Y.M. Bhiksu Kuan Yun Mahasthavira dalam sambutannya menyampaikan, “Segala sesuatu terjadi karena suatu sebab. Saat ini MKBC telah dibangun dengan begitu megahnya. Lima tahun yang lalu, saya juga mewakili Asosiasi Buddhis Hongkong untuk menghadiri upacara peletakan batu pertama. Sekarang, kedatangan saya kali ini untuk berpartisipasi dalam upacara peletakan arca Buddha. Ikrar agung Y.M. Bhiksu Prajnavira Mahasthavira memang sungguh mulia. Dapat membangun wihara yang begitu megahnya yang awalnya hanya berupa tanah lapang yang datar, kemudian mengundang anggota Sangha dari mancanegara untuk ikut melihat perkembangan agama Buddha di Indonesia yang cemerlang dan bersejarah, serta membawa perdamaian bagi masyarakat dan kesejahteraan bagi negara.”
Dalam sambutannya, Sekretaris WBSC bahasa Inggris, Y.M. Bhikkhu Wimalaratana Mahathero mewakili World Buddhist Sangha Council untuk memberikan ucapan selamat atas diadakannya ritual peletakan arca Buddha di Dharmasala Mandala Buddha MKBC. Beliau sekaligus mewakili Sangha Srilanka untuk memberikan selamat dan pujian kepada Y.M. Bhiksu Prajnavira Mahasthavira yang telah berbuat banyak untuk perkembangan agama Buddha di Indonesia maupun di dunia. Oleh karena itu, dalam kunjungan perwakilan Sangha dari Srilanka kali ini ke Indonesia juga membawa relik Hyang Buddha untuk diagungkan dan menjadi pusaka berharga secara permanen di MKBC.
Pada siang harinya, setelah ramah tamah bersama, diadakan ritual menyambut kedatangan relik Hyang Buddha. Atraksi sepasang naga, sepasang barongsai, barisan Dharma wanita, barisan penjaga Dharma pria dan anggota Sangha dari manca negara berbaris menyambut kedatangan relik Hyang Buddha. Barisan ini berjalan menuju Auditorium MKBC tempat diadakannya upacara penyerahan relik. Ribuan umat Buddha yang berpartisipasi melafalkan nama Buddha dengan serentak.
Setelah rombongan tiba di Auditorium, tarian Pujian Triratna dipersembahkan untuk menyambut relik Buddha. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyalaan pelita, pembacaan sutra oleh anggota Sangha. Dirjen Bimas Buddha yang menerima penyerahan relik dari rombongan Sangha Srilanka, menempatkan relik Hyang Buddha di dalam stupa Kristal.
Dalam sambutannya, pimpinan vihara Y.M. Bhiksu Prajnavira Mahasthavira menyampaikan, “Terima kasih kepada Sangha Srilanka yang telah bersedia memberikan relik Hyang Buddha untuk diagungkan secara permanen di Wihara Mahavira Graha Medan (MKBC) Medan, Indonesia. Relik Hyang Buddha sangatlah berharga. Dahulu, karena memperebutkan relik Hyang Buddha, pernah terjadi peperangan antarnegara. Dengan diagungkannya relik Hyang Buddha di MKBC, maka umat Buddha dari mancanegara yang datang berziarah ke MKBC akan mendapatkan pancaran cahaya kebijaksanaan dan cinta kasih dari Hyang Buddha. Hal ini akan membuat setiap insan mendapatkan permata berharga di dalam batinnya.”
Y.M. Bhikkhu Wimalaratana Mahathero menyampaikan, “Tujuh tahun yang lalu, Sangha Srilanka memberikan penghargaan kepada Y.M. Bhiksu Prajnavira Mahasthavira atas jasa-jasa Beliau. Saat itu, Beliau memohon kepada Sangha Srilanka agar relik Hyang Buddha dapat diagungkan di Indonesia. Melalui proses rapat Sangha berkali-kali, maka diputuskan bahwa 2 butir relik Hyang Buddha yang berumur 2.300 yang sebelumnya diagungkan di Wihara kuno Srilanka akan diberikan kepada Mahakaruna Buddhist Center.” Mendengar hal ini, Dirjen Bimas Buddha merasa terharu. Beliau mewakili Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Sangharaja Srilanka yang dengan murah hati tanpa keegoisan memberikan relik Hyang Buddha kepada umat Buddha Indonesia yang diagungkan di MKBC. Hal ini melambangkan adanya tali persahabatan yang erat antara kedua negara. Setelah upacara penyerahan relik berakhir, sanggar tari VMG mempersembahkan Tarian Keagungan Bhaisajyaguru dengan mudra dan tujuh lentera teratai mendoakan tamu undangan yang hadir, agar semoga relik Hyang Buddha menumbuhkan pahala dan kebijaksanaan semua siswa Buddha.
Seminar dan Ramah Bersama Anggota Sangha dari Manca Negara
Pada malam itu, karena para anggota Sangha dari manca negara telah bersedia hadir dalam upacara peletakan arca Buddha, maka diadakan ramah tamah bersama sebagai salah satu wujud tanda terima kasih. Tabuhan tambur membuka acara ramah tamah menyambut kedatangan Sangha dari mancanegara. Pada kesempatan yang berbahagia itu, panitia mengundang professor You Xiang Zhou dari Taiwan untuk membawakan seminar dengan topik, “Praktik Buddha Dharma dalam kehidupan sehari-hari dan Sistem Pengelolaan Wihara” – dengan empat perumpamaan dan satu syair lagu. Setelah itu, wakil ketua WBSC Y.M. Bhiksu Yi Xuan Mahasthavira dari Korea, Ketua pengurus Asosiasi Buddhis Gao Xiong, Taiwan, Y.M. Bhiksu Xin Li Mahasthavira dan Y.M. Bhikkhu Phrakhru Udom Dhammavithes dari Malaysia menyampaikan pandangan mereka sesuai topik seminar.
Diakhir acara, para anggota Sangha baik dari mazhab Mahayana maupun Theravada melimpahkan jasa dan panitia membagikan bingkisan kepada para dewan donatur yang bersumbangsih besar dalam proses pembangunan MKBC.
| < Prev | Next > |
|---|











