Peringatan Hari Besar Bodhisattva Avalokitesvara
SELENGKAPNYAPerayaan tahun baru imlek 2556/2012 Asosiasi Buddhist center Indonesia vihara mahavira graha
SELENGKAPNYARitual Puja Kepada Para Buddha dan Penghormatan Kepada Para Dewa 2556/2012
SELENGKAPNYARitual Pertobatan Dengan Pembacaan Sapta Atita Buddha Ratna Ksamayati (Qi Fo Bao Chan)
SELENGKAPNYAPagelaran Kesenian dan Ramah Tamah Bersama di Tahun Baru Imlek
SELENGKAPNYA
Pagelaran Kesenian dan Ramah Tamah Bersama di Tahun Baru Imlek
Pada tanggal 24 Januari 2012, Asosiasi Buddhist Center Indonesia Vihara Mahavira Graha Pusat mengadakan Doa Pemberkatan Tahun Baru Imlek dan Pagelaran Kesenian serta Ramah Tamah Bersama di Auditorium Buddhist Building Indonesia. Pada malam yang berbahagia itu, acara dibuka dengan persembahan Tarian Buddhis “Tarian Putaran Roda Dharma dan Suara Keong Emas Menyambut Tahun Baru Imlek”.
Setelah itu, pendiri Asosiasi, Y.M. Bhiksu Prajnavira Mahasthavira dipersilahkan untuk memimpin ramah tamah prosesi vegetarian (Lau Yi Sheng). Di saat ramah tamah hampir berakhir, Tarian Keagungan Avalokitesvara Om Mani Padme Hum dipersembahkan. Di puncak acara, Y.M. Bhiksu Prajnavira memberikan bimbingan Dharma.
Dalam kesempatan itu, Beliau menyampaikan agar kita hendaknya memiliki semangat dan kekuatan untuk menghadapi tahun baru. Selain itu, Beliau juga menyampaikan bahwa, “Bagi umat Buddha kita hendaknya mempraktikkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan demikian, rintangan-rintangan yang selama ini kita hadapi tidak akan menjadi suatu halangan. Selain itu, kita hendaknya memiliki kekuatan yang besar dan kuat, sehingga kita mampu menjalani kehidupan dengan sebaiknya. Nasib kita tidak ditentukan oleh siapapun, tetapi oleh diri kita sendiri. Orang yang bodoh, selalu mengharapkan segala sesuatu dari luar dirinya. Tetapi orang yang memiliki kebijaksanaan, selalu merasa percobaan itu adalah suatu kesempatan untuk menanam kebajikan dalam hidup. Orang yang tidak memiliki pandangan kebenaran, selalu ingin menang dan takut orang lain mencapai keberhasilan. Orang seperti ini adalah orang yang paling miskin. Orang yang kaya batinnya dan memiliki pahala selalu merasa bahagia asalkan ia bisa memberi atau berbuat untuk kepentingan orang banyak.”
Setelah memberikan bimbingan Dharma, pimpinan vihara mengajak umat yang hadir untuk menyanyikan lagu buddhis bersama serta mengakhiri acara dengan doa, “Di tahun baru ini, semoga tercapai cita-cita kita semua. Semoga kita semua sehat selalu, panjang umur, bisa menjalankan usaha dengan lancar, dan keluarga hidup dalam kerukunan, harmonis, serta terhindar dari penyakit, mara bahaya, kemalangan dan bencana alam. Semoga pancaran cinta kasih Hyang Buddha selalu menerangi kita. Semoga semua perbuatan baik kita dapat dilimpahkan kepada semua makhluk. Semoga semua kebajikan yang telah kita tanam dapat dilimpahkan ke seluruh alam semesta, sehingga semua makhluk memiliki kebajikan dan kekuatan untuk menghadapi kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang serta mengatasi penderitaan batin sehingga dapat terbebas dari semua kegelapan batin dan memperoleh kebahagiaan. Semoga semua makhluk dapat bersama-sama mengembangkan tekad untuk mencapai ke-Buddha-an, dapat terus meningkatkan cinta kasih dan kebijaksanaan, melenyapkan kebodohan dan nafsu, semoga semua makhluk memiliki kekuatan, dapat menanam kebajikan dan menjalin ikatan karma baik dengan setiap insan. Semoga semua makhluk terbebas dari penderitaan dan hidup bahagia.”
Jadi Vegetarian Lebih Bahagia dan Tidak Mudah Stres
Sudahkah Anda Tersenyum kepada Anak Anda Hari Ini?
Lezatnya telur tebu Bahan : · 15 batang telor tebu / trubuk · 100 gr jagung muda, ir [ ... ]
Candi Jiwa, Peninggalan Budaya Buddhis di Indonesia